Friday, May 21, 2010

SURAT DARI MASA DEPAN (BELIEVE IT OR NOT)

Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2009



Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.

Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.

Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.

Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.

Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.

Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.

Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !.

Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !

Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.

Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.

Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”


“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”

Regards,

Jerry

Sumber : Masa Depan
SEE WWW. APAKABARDUNIA.COM

Saturday, May 15, 2010

Ide Sederhana yang Bikin Kita Tersenyum Simpul

Kreatifitas, satu kata dengan sejuta makna. Dengan kreatifitas hal-hal yang sederhana terkadang bisa menjadi sesuatu yang mencengangkan, menguntungkan, dan kali ini.. bikin kita senyum simpul.

Smart angle on stroke rehabilitation. (rehabilitators provide physiotherapy to stroke patients).


Computer-regulated rehabilitators, built in a laboratory at the University of California at Berkeley, MI, can provide physiotherapy to stroke patients. The machines are more efficient than human therapists and patients do not have to wait for a therapist to attend on them. Rehabilitators such as the tray-lifting machine helps the patients to re-learn simple physical tasks at their own speed.

SEE PAGE..!

Body posture evaluations in subjects with internal temporomandibular joint derangement.(PHYSICAL THERAPY).

COPYRIGHT 2009 Chroma, Inc.

ABSTRACT: The aim of this study was to verify possible relationships between global body posture and temporomandibular joint internal derangement (TMJ-id), by comparing 30 subjects presenting typical TMJ-id signs to 20 healthy subjects. Body posture was assessed using the analysis of muscle chains on several photographs. Results show a higher frequency of lifted shoulders (p=0.04) and of changes in the antero-internal hip chain (p=0.02) in the test group, but no further differences were found significant between the control and test groups. The test group was then divided into three subgroups according to the Helkimo index of temporomandibular disorder severity. Again, no significant differences were found between the subgroups. However, there was a trend noticed in the group with the most severe dysfunction, to present a forward head and shoulders posture. Results are discussed in light of previous studies using the same sample.

**********

The stomatognathic system comprises a complex set of orofacial structures, linked by a broad network of sensomotor neural connections peripheral to the central nervous system, which are related to masticatory, phonation, and deglutition functions.

A temporomandibular system may be conceived of as part of the stomatognathic system, including temporomandibular joints (TMJ), masticatory muscles and associated ligaments, plus the aforementioned neural structures. Its functions are mandible positioning and moving, as well as maintaining its rest posture. Whether of morphologic or functional origin, failure of these musculoskeletal structures bring about diverse clinical conditions which have been generic ally defined as temp oromandibular dysfunctions (TMD).

Though traditionally both physiology and treatment of the stomatognathic system have been conceived of as apart from the system that manages global body posture, there is clinical evidence of mutual interdependence between both. Such interrelations are manifested by morphologic or functional alterations in the stomatognathic system structures, brought about by acute (1-16) or chronic (17,18) changes in body posture or vice-versa. (19-26)

The physiology involved in these interrelations has broadly been explained by biomechanical theories, (8,27,28) i.e., that changes of tissue tension-compression in one region are generated by changes in another--and by neuromuscular-grounded theories, (9,10,12,15) i.e., changes in the electromyographic activity of muscles in one region might be due to position changes in the other.

According to a major physical therapy current, muscle groups responsible for posture maintenance are organized and operate following a pattern known as muscle chains. (29-32) Posture changes in a muscle segment could lead to the elongating or shortening of adjacent muscles, which can interfere in the physiology of the masticatory muscles. Muscle chains are the fundamentals of a body posture rehabilitation technique called global posture reeducation (GPR). (29-34)

In view of the available evidence of functional interrelation between body posture and mandible operation, some authors suggest that changes in body posture may be closely linked to TMD. (35-37)

Several studies have reported a higher frequency of body posture alterations in subjects with TMD when compared to healthy subjects, (38-48) while others found no relationship between body posture and TMD. (49-51)

Similarly, a previous study (52) under the same authorship analyzed the body posture of subjects with TMJ internal derangement using a quantitative analysis of photograph tracings and comparing them to those of a group with healthy temporomandibular system. No significant differences in body posture could be found between the two groups. The same subject sample had their body posture analyzed by means of cervical spine radiography in another study, (48) where a higher frequency of hyperlordosis was found in individuals with TMJ-id than in healthy subjects.

The present study aims at assessing body posture by the analysis of muscle chains in the same sample of individuals with TMJ-id analysed in those previous studies, searching for possible relations between TMD severity and changes in body posture.

Materials and Methods

The subjects who took part in the study were 50 individuals aged 16 to 35, who were divided into test and control groups. The former was made up of 30 subjects with TMJ-id (three male, 27 female, mean age 21.7 [+ or -] 3.6 yrs). The control group had 20 subjects (six male, 14 female, mean age 22.9 [+ or -] 5.3 yrs). Groups were homogenous as to gender, age and ethnicity (Table 1).

The test group subjects were randomly selected among outpatients at the Orofacial Pain and TMJ Clinic at the Hospital das Clinicas of the University of Sao Paulo (USP) School of Medicine; all subjects presented symptoms compatible with TMJ-id, with or without an associated myogenous component.

The control group consisted exclusively of individuals with fully healthy temporomandibular system, assessed by the anamnestic and dysfunctional indexes proposed by Helkimo, (53) with no previous or current history of TMD.

A detailed account on selection criteria for these groups has been previously published. (47,48,52) All subjects gave their explicit consent to take part in the study, which was approved by the Bioethics Committee of the USP Hospital das Clinicas.


want to see more . . .? clik here !